Monday, 1 September 2014

Sejarah Crochet


Sebelum mulai menekuni crochet, ada baiknya untuk tau sedikit tentang sejarah crochet. Believe it or not, untuk ngomongin sejarah crochet sendiri agak susah nyari artikel di inet yang compact dan concise about this. Maafkan, berhubung darah arkeologi saya masih kental dan menggelegak, topik ini menjadi satu hal yang cukup menarik, selain hal-hal yang berhubungan dengan skeletal remains. Haha. Artikel ini adalah versi lain dari artikel yang saya tulis untuk suatu majalah. Sedikit banyak beda, mudah-mudahan tidak termasuk dalam self plagiarism

Jadiiii....
Crochet dalam Bahasa Indonesia terkadang diterjemahkan menjadi “merajut”, namun istilah ini menjadi rancu karena “merajut” juga terjemahan dari knitting. Sehingga ada beberapa pendapat yang menyebutkan bahwa terjemahan paling pas untuk istilah crochet adalah merenda. Kata crochet berasal dari Bahasa Perancis yang berarti mengait; tentunya berhubungan dengan proses pembuatan bahan dengan mengaitkan benang pada jarum dan menjalinnya sehingga membentuk suatu garmen yang dapat dipakai. Pada perkembangannya, produk yang dihasilkan dengan teknik crochet ini tidak terbatas pada garmen yang dapat dipakai setiap hari, namun juga aksesoris dan perlengkapan rumah tangga. Crochet yang termasuk dalam bentuk kerajinan tangan ini berkembang pesat di Eropa dan mendapatkan istilah tersendiri dalam masing-masing bahasa. Mengetahui macam-macam sebutan crochet di seluruh dunia akan membantu kamu saat mencari pattern di Google SUMPAH! Yuk, kita lihat terjemahan dari masing-masing bahasa. 
  • Dalam bahasa Belanda, crochet dikenal dengan sebutan haken; banyak banget pattern dalam bahasa ini.
  • Dalam bahasa Spanyol dikenal dengan sebutan gancho atau ganchillo; pattern juga banyak beredar di Google dalam bahasa ini.
  • Bahasa Italia mengenal istilah uncinetto; idem. Sumpah ampe bingung milih patternnya.
  • Bahasa Yunani menyebutnya dengan βελονάκι alias velonáki; naaah, jarang nih.
  • Kalo cari pattern dalam bahasa Rusia, coba Google dengan ini: вязанье
  • Pattern cantik-cantik lainnya adalah dalam bahasa Polandia, yaitu (my favourite, ever!!) Szydelkowanie, szydelkowie, szydelkowa
 Have fun crochet pattern hunting!!


Ngomongin sejarah crochet sama skali ngga bisa lepas dari kerajinan-kerajinan yang dibuat dengan menggunakan jarum dan benang lainnya. Crochet merupakan bentuk kerajinan yang sejenis dengan bordir, cross stitch, atau menyulam yang sudah terkenal sejak zaman dahulu. 

Sekarang saya akan coba ceritakan sedikit hasil riset saat bikin paper tentang manusia purba waktu saya masih jadi full-time archaeologist dulu. 

Kalo mau mundur jauuuuuuuuuuuuuuuuuh banget, yuk bicara tentang munculnya jarum pertama kali pada masa Solutrean di Eropah sana. Saat itu dunia super dingin dan manusia mulai bingung gimana caranya untuk bertahan hidup dalam udara model gitu. Somehow, they came up with the idea to sew clothings! Yay!!! Badan tidak dingin-dingin amat, dan kegiatan mencari makan puuuun bisa terus berlanjut. Meskipun demikian, sedikit sekali bukti-bukti arkeologis yang dapat mendukung kapan awal mula kerajinan ini muncul, sebab bahan dasar yang digunakan merupakan bahan organik yang mudah hancur. Pada perkembangannya, jarum terbuat dari bahan-bahan seperti kayu, gading, dan tulang hewan. Hence, cepet hancur. Pastinya kalo beruntung nemu ini di dalam kotak ekskavasi, bisa-bisa tumpengan. Hehehe.

Fast forward to the medieval era, masih di Eropah. Beberapa ahli mengatakan bahwa pada awalnya, crochet tidak dilakukan dengan menggunakan jarum kait (hakpen – Bld.), namun dengan menggunakan jari. Salah satu sumber yang dapat digunakan untuk mengidentifikasikan kerajinan crochet adalah manuskrip ataupun panel-panel pada buku yang menggambarkan kegiatan memproduksi kerajinan dari jarum dan benang. 

Fast forward lagi, sekitar tahun 1800an, crochet mulai dikenal sebagai suatu kerajinan yang beda dari knitting. Seorang mbak-mbak dari Perancis bernama Mademoiselle Riego de la Branchardiere mulai mengaplikasikan bobbin lace dan memodifikasinya ke dalam pola-pola yang mudah direplika. Nah, ketika itu pulalah, crochet pattern mulai berkembang dan disebarluaskan kepada para peminatnya. Eh, penting nih! Asal tau yaa... crochet pernah membantu orang-orang Irlandia yang terkena wabah kelaparan saat kentang-kentang di kebun mereka gagal panen pada pertengahan abad 17. Kasian ya... lalu mereka membudayakan crochet, dan menjual hasil-hasil karya mereka untuk ditukarkan dengan makanan, baik kentang (yang susah banget didapet) atau makanan selain kentang; yang penting, mereka bisa bertahan hidup. Ratu Elizabeth I juga pernah maksain seluruh bawahannya untuk menggunakan topi Monmouth yang di knit. Again, alasannya adalah untuk melindungi produk-produk bikinan dalam negeri dan mendongkrak penjualan wol pada masa itu. Kocak ya... ini dia statement dalam hukumnya zaman Elizabeth I: 
"...every person above the age of six years (excepting "Maids, ladies, gentlewomen, noble personages, and every Lord, knight and gentleman of twenty marks land") residing in any of the cities, towns, villages or hamlets of England, must wear, on Sundays and holidays (except when travelling), "a cap of wool, thicked and dressed in England, made within this realm, and only dressed and finished by some of the trade of cappers, upon pain to forfeit for every day of not wearing 3s. 4d." (Act of Parliament in 1571)
Ada beberapa ahli yang menyebutkan bahwa crochet sudah dikenal sebelum tahun 1500 SM dengan melihat bukti-bukti berupa tekstil yang merupakan hasil kerajinan yang dibuat oleh biarawati-biarawati di Eropa. Ada pula teori-teori yang menyebutkan bahwa crochet berasal dari negara-negara Arab yang menyebar ke wilayah Tibet dan kemudian ke arah Spanyol, sesuai dengan rute perdagangan negara-negara Arab pada masa itu. Teori lain menyebutkan pula bahwa crochet berasal dari Amerika Selatan dengan melihat penggunaan aksesoris-aksesoris yang digunakan pada ritual perayaan akil balig pada beberapa suku di sana. Sementara itu, di wilayah Cina pun ditemukan boneka-boneka yang terbuat dengan teknik crochet pula. Dari seluruh teori-teori tersebut, nampak bahwa bentuk kerajinan tangan crochet berkembang di dalam seluruh kebudayaan yang ada di dunia, meskipun pada waktu dan penyebutan yang berbeda.

Bah! 
Dari mana pun crochet berasal, saya sih bersyukur ada yang memulai; karena saat ini kita bisa menikmati jenis kerajinan ini dan juga menekuninya dengan gampang-gampang susah. Hehehehe. 

Crochet tetap merupakan salah satu kerajinan yang populer pada masa kini, terutama di negara-negara empat musim, dan mulai menjadi suatu tren di Indonesia. Kerajinan ini berkembang pesat di negara-negara empat musim didasari akan kebutuhan mereka untuk mempunyai garmen-garmen tebal yang terbuat dari wol untuk melindungi tubuh dari cuaca dingin. Indonesia yang juga tak kalah kaya dengan jenis-jenis kerajinan tangan mungkin tidak begitu mengenal crochet seperti halnya kerajinan tenun yang lazim ditemui. Nampaknya kerajinan crochet dibawa oleh kebudayan Belanda pada masa pendudukannya dan kemudian berkembang hingga saat ini. Sayangnya, untuk beberapa dekade (senggaknya sejak saya hidup sampe sekarang), crochet masih memiliki stigma bahwa hanya Oma-oma yang (pantas) mengerjakannya. Cih! Sorry, ya... Hehehehe. Bagusnya, beberapa tahun terakhir stigma ini mulai meluntur, sebab sudah mulai banyak perempuan muda yang juga menekuni kerajinan ini. Tren ini mungkin disebabkan oleh gencarnya gerakan DIY (do-it-yourself) dan didukung pula dengan adanya platform-platform seperti Pinterest yang menjadi perpustakaan bagi berbagai jenis kerajinan tangan. Begitu pula dengan beberapa figur publik terkenal seperti Katy Perry, Audrey Hepburn, Eva Longoria, Alyssa Milano, Madonna, Katherine Heigl, dan Aretha Franklin pun diketahui menekuni hobi crochet.

Kerajinan crochet yang mendunia saat ini, mengalami banyak perkembangan, baik dari segi teknik ataupun materialnya. Bahkan, crochet pun sekarang dapat diselami dari sisi psikologis dan filosofisnya pula. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kerajinan crochet dapat membantu mengurangi depresi dan stres dalam kehidupan sehari-hari. Seiring dengan perkembangan ini, muncul pula desainer-desainer crochet yang erat hubungannya dengan keragaman fashion. Beberapa desainer terkenal pun mulai mengaplikasikan crochet pada karya-karya high fashion, seperti Miu Miu, John Rocha, dan Moschino.

Nahh, sekarang bisa cerita dehhh sama temen-temen kalo ditanya kenapa menekuni hobinya Oma-Oma... Hehehehe... Because darlings, gak cuma Oma-Oma yang boleh merajut, kita juga dooong! :) 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...